DISTRIBUTOR PRODUK NASA

DISTRIBUTOR PRODUK NASA
STOCKIS NASA ,DISTRIBUTOR NASA,AGEN NASA
DISTRIBUTOR RESMI PRODUK NASA PT NATURAL NUSANTARA, MENYEDIAKAN SEMUA JENIS PRODUK:AGROKOMPLEK, KESEHATAN, KECANTIKAN, PERAWATAN TUBUH, PETERNAKAN, PERIKANAN, INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI TELP/WA 0812-3189-8048

Teknik Budidaya Ayam Pedaging dengan NASA

Budidaya Ayam Pedaging
I.Pendahuluan
Ayam pedaging (Broiler)adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7Minggu). Broiler mempunyai peranan sangat penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT.NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas,kuantitas,kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-kimia).

II.Pemilihan Bibit
Bibit yang baik mempunyai ciri :sehat dan aktif bergerak,tubuh gemuk (Bentuk tubuh bulat),bulu bersih dan kelihatan mengkilat,hidung bersih,mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus)bersih.

III.Kondisi Teknis Yang Ideal
a.Lokasi Kandang
Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk,mudah dicapai sarana trasportasi,terdapat sumbaer air,arahnya membujur dari timur ke barat.
b.Pergantian udara dalam kandang
Ayam bernafas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi,Ventilasi kandang harus baik.
c.Suhu udara dalam kandang
Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :
umur ;01-07  Suhu 34-32 derajad
umur 08-14 Suhu 29-27 derajad
umur 15-21 Suhu 26-25 derajad
umur 22-28 Suhu 24-23 derajad
umur 29-35 Suhu 23-21 derajad
d.Kemudahan mendapatkan sarana produksi
Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poutry shop atau toko sarana peternakan.

IV.Tata Laksana Pemeliharaan
4.1 Perkembangan
     Tipe kandang ayam Broiler ada dua,yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (Litter).Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah,tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien,tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar.Tipe litter lebih banyak dipakai peternak,karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.
     Pada awal pemeliharaan,kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan,sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan,bukan untuk produksi panas tubuh.kepadatan kandang ayam yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/meter persegi,lebih dari angka tersebut,suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun,ayam cenderung banyak minum,stress,pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.
4.2 Pakan
     Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan.Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi)yang dibutuhkan ayam,yaitu karbohidrat,protein,lemak,vitamin dan mineral,sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG)tinggi.pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).
     Apabila menggunakan pakan dari pabrik,maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam,yang dibedakan menjadi 2 tahap.Tahap pertama disebut tahap pembesaran(umur 1 - 20 hari),yang harus mengandung kadar protein minimal 23%.Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari),yang memakai pakan berkadar protein 20%.Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya.Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1-2 cc /liter minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.
     Dapat juga digunakan VITERNA PLUS sebagai suplemen kusus ternak dengan dosis 1cc perliter air minum per hari,yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.
     Efisiensi pakan dinyatakn dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio).Cara menghitungnya adlah ,jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.
Contoh Perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor ,berat rata-rata 2kg,berat pakan selam pemeliharaan 3125 kg , maka FCRnya adalah :
Berat total ayam hasil panen =
1000 x 2 = 2000 kg
FCR       = 3125 : 2000 = 1,6
    Semakin rendah angka FCR semakin baik kualitas pakan,karena lebih efisien(dengan pakan sedikit menghasilkan bobot yang tinggi).Penggunaan POC NASA atau VITERNA PLUS dapat menurunkan angka FCR .
4.3 Vaksinasi
    Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayma untuk menimbulkan kekebalan alami . Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND / tetelo.Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.
4.4 Teknis Pemeliharaan
- Minggu pertama (hari ke-1 sampai ke -7). Kutuk atau DOC dipindahkan ke indukan atau ke pemanasan , segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis kurang kebih 1-2 cc /liter air minum atau VITERNA PLUS dengan dosis 1cc /air/hari dan gula untuk menganti energi yang hilang selama transportasi . Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13gr atau 1,3kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal,pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran - butiran kecil.
- Mulai hari kedua hingga ayam di panen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1-2cc /air minum / hari(diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke 4.
- Minggu kedua (hari ke 8 -14) .
Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama , meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu ke 2 adalah  33gr per ekor atau 3,3kg untuk 100 ekor ayam .
- Minggu ke 3 ( hari ke 15 - 21).
Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik.Kebutuhan pakan adalah 48gr per ekor atau 4,8kg untuk 100 ekor . Pada akhir minggu ( umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang ke2 menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum , sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak - banyaknya . Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah NASA atau VITERNA PLUS dengan dosis tetap.
- Minggu ke 4 (hari 22 - 28).
Pemanas sudah di perlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari , dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal memiliki berat badan minimal 1,25 kg . Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
- Minggu ke 5 (hari ke 29 - 35 ).
Pada minggu ini ,yang perlu diperhatikan adalah tata laksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi,perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam . pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut ,ayam sudah dapat dipanen .
- Minggu ke 6 (hari ke 36 - 42 ).
Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi,maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan . Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik , ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg .
4.5 Penyakit Yang sering menyerang ayam broiler yaitu :
-Tetelo (Newcastle / ND)
disebbabkan virus Paramyxo yang bersifat mengumpalkan sel darah.Gejala ayam sering megap-megap,nafsu makan turun,diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat.Setelah 1-2 hari muncul gejala syaraf,yaitu kaki lumpuh,leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati.Ayam yang terserang secepatnya dipisah,karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan.Belum ada obat yang dapat menyembuhkan,maka ubtuk mengurangi kematian,ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
-Gumboro (infectious bursal disease/IBD)
merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubu yang disebabkan virus golongan Reovirus.Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan,ayam suka bergerak tidak teratur,peradangan disekitar dubur,diare dan tubuh bergetar-getar.Sering menyerang pada umur 36 minggu.Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan,air minum dan peralatan yang tercemar.Belum ada obat yang dapat menyembuhkan,yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
-Penyakit Ngorok (Chonic Respiratory Disease)
Merupakan infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum.Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernafas.Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah,sayap terkulai,mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau,kuning keputih-putihan.Penularan melalui Pernafasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
-Berak kapur (Pullorum)
Disebut berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur.Disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum.Kematian dapat terjadi pada hari ke 4 setelah infeksi.Penularan melalui kotoran.pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan,yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
     Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit,jika ayam dalam keadaan lemah atau setres.Kedua haltersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor,serta cuaca yang jelek.Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas,terlalu dingin atau berubah-ubah secara dratis.Penyakit,terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan.Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik.Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak,seperti N,P,K,Ca,Mg,Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati,mampu meningkatkan pertumbuhan ayam,ketahanan tubuh ayam,mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.Untuk hasil lebih optimal,pemberian POC NASA dapat dicampur dengan HORMONIK dosis 1 botol POC NASA dapat dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik,atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 Kapsul ASAM AMINO (AMNE).Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :
  1. Mineral-mineral yang penting untukpertumbuhan tulang,organ luar dan dalam,pembentukan darah dan lai-lain.
  2. Asam-asam amino utama seperti Arginin,Histidin,Isoleucine,Thryptophan,dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel,jaringan,dan organ tubuh.
  3. Vitamin-vitamin lengkap,yaitu A,D,E,K,C dan B komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.
4.6 Sanitasi / Cuci Hama Kandang
     Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen.Dilakukan dengan beberapa tahap,yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya.Tahapa kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang.Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin,untuk membunuh bibit penyakit.Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri,yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Untuk Pemesanan Produk Nasa Hubungi
Jayanti ,tlp 081231898048
facebook jayanti Nasa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teknik Budidaya Ayam Pedaging dengan NASA"

Post a Comment

Flag Counter
DISTRIBUTOR NASA SRAGEN,AGEN RESMI PUPUK NASA DI SRAGEN,Distributor Nasa sragen,Nasa Sragen,Distributor Produk NASA Sragen,STOCKIST NASA SRAGEN