DISTRIBUTOR PRODUK NASA

DISTRIBUTOR PRODUK NASA
STOCKIS NASA ,DISTRIBUTOR NASA,AGEN NASA
DISTRIBUTOR RESMI PRODUK NASA PT NATURAL NUSANTARA, MENYEDIAKAN SEMUA JENIS PRODUK:AGROKOMPLEK, KESEHATAN, KECANTIKAN, PERAWATAN TUBUH, PETERNAKAN, PERIKANAN, INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI TELP/WA 0812-3189-8048

Teknik Budidaya Cabe dengan NASA

TEKNIK BUDIDAYA CABE
 
A.PENDAHULUAN
     Cababai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah,pH 5-6.Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (Resiko),diantaranya,teknis budidaya,kekurangan unsur,serangan hama dan penyakit,dll.PT NATURAL NUSANTARA (NASA) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut,agar terjadi peningkatan produksi cabai secara Kuantitas,kualitas dan Kelestarian (K3),sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

B.FASE PRATANAM
1.Pengolahan lahan
  • Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5-1 ton /1000 meter persegi.
  • Diluku kemudian digaru (biarkan kurang lebih 1 minggu).
  • Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 meter persegi.
  • Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm.
  • Siramkan SUPERNASA (1Botol)/NASA (1-2 Botol).
  • SUPERNASA :1 botol dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk).Setiap 50 lt air tambahkan 200 cc larutan induk.Atau 1 gembor (kurang lebih 10 liter)diberi 1 sendok makan peres SUPERNASA dan siramkan ke bedengan kurang lebih 5-10 m.
  • NASA :1 gembor (kurang lebih 10 liter)diberikan 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan sepanjang kurang lebih 5-10 meter.
  • Campurkan GLIO 100-200 gr (1-2 bungkus)dengan 50-100 kg pupuk kandang,biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
  • Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi,jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag (biarkan kurang lebih 1-2 minggu).
2.Benih
  • Kebutuhan per 1000 meter persegi 1-1,25 sacet Natural CK-10 atau CK-11 dan Natural CS-20,CB-30
  • Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5-1 tutup /liter air hangat kemudian diperam semalam.
C.FASE PERSEMAIAN (0-30 HARI)
1.Persiapan Persemaian
  • Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
  • Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring,perbandingan 3:1,pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan diamkan selama kurang lebih 1 minggu.Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4x6 cm atau contong daun pisang.
2.Penyemaian
  • Bibit cabai diletakkan satu per satu tiap polibag,lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring.
  • Semprot POC NASA dosis 1-2  tutup/tangki umur 10,17 HSS.
  • Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban.
3.Pengamatan Hama dan Penyakit
a.Penyakit
  • Rebah semai (dumping off),gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk,di sebabkan oleh cendawan Phytium sp.dan Rhizoctonia sp.Cara pengendalian :tanaman yang terserang dibuang bersama dengan tanah,mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman,jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (kurang lebih 10 gr) per 10 liter air.
  • Embun bulu,ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yang disebabkan cendawan Peronospora parasitica.Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
  • Kelompok Virus,gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat.Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu.cara mengatasi:bibit terserang dicabut dan dibakar,semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.
b.Hama
  • Kutu daun persik (Aphid sp),perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun,biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun.Pijit dengan jari koloni kutu yang ditemukan,semprot dengan BVR atau PESTONA.
  • Hama Thrip parvispinus,gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap,lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga.Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun.Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh.serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
  • Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus).Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun.Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang.Perhatikan daun muda,bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau.Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip.
D.FASE TANAM
1.Pemilihan Bibit 
  • Pilih bibit seragam,sehat,kuat dan tumbuh mulus
  • Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21-31 hari)
2.Cara Tanam
  • Waktu tanam pagi atau sore hari,bila panas terik ditunda.
  • Plastik polibag dilepas.
  • Setelah penanaman selesai,tanaman langsung disirami/di semprot POC NASA 3-4 tutup/tangki.
3.Pengamatan Hama 
  • Ulat Tanah (Agrotis ipsilon),aktif malam hari untuk kopulasi,makan dan bertelur,Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun.Siang hari bersembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang.Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh,serangan berat semprot dengan PESTONA.
  • Ulat Grayak (Spodoptera litura dan S.exigua).Ciri ulat yang baru menetas/masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat,terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit).Gejala serangan,larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa binti-bintil atau lubang-lubang besar.Serangan parah,daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja.Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan,menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian.Semprot dengan PESTONA.
  • Bekicot /siput.Memakan tanaman,terutama menyerang malam hari.Dicari di sekitar pertanaman (kadang di bawah mulsa)dan buang ke luar areal.
E.FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)
1.Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep)Jika dirasa kering.
2.Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang.pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCL :NASA =(250:250:250)gr dalam 50 liter (1 tong kecil)larutan.Diberikan umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP :KCL :NASA=(500:250:250)gr dalam 50 liter air,dengan dosis 500 cc/lubang.
Kebutuhan total pupuk makro 1000 meter persegi
-Urea :1-4 minggu 7 kg. umur 5-12 minggu 56 kg
-SP-36 :1-4 minggu 7 kg. Umur 5-12 minggu 28 kg
-KCL :1-4 minggu 7 kg. Umur 5-12 minggu 28 kg
Catatan :
-Umur 1-4 minggu 4x aplikasi kurang lebih 7 tong aplikasi
-Umur 5-12 minggu 8x aplikasi kurang lebih 14 tong aplikasi
3.Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup/tangki pada umur 10,20,kemudian pada umur 30,40 dan 50 HST POC NASA + HORMONIK dosis 1-2 tutup/tangki.
4.Perempelan,sisakan 2-3 cabang utama/produksi mulai umur 15-30 hari.
5.Pengamatan Hama dan penyakatit 
  • Spodoptera litural/ulat grayak lihat diatas.
  • Kutu-kutuan lihat fase persemaian.
  • Penyakit layu,disebabkan beberapa jamur antara lain:Fusarium,Phytium dan Rhizoctonia.Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba,mengering dan daun gugur.Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran,sebarkan GLIO.
  • Penyakit bercak daun.Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah.Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih,kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang.Daun menguning sebelum waktunya dan gugur,tinggal buah dan ranting saja.Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari.Pengamatan pada daun Tua.
  • Lalat buah,Gejala serangan buah yang telah berisis belatung akan menjadi keropos karena isisnya dimakan,buah sering gugur muda atau berlubang bentuknya.Lubang buah ini memungkinkan bakteri pembusukan mudah masuk sehingga buah busuk basah.Sehingga vektor antraknose.Pengamatan ditunjukan pada buah cabai busuk,Kumpulkan dan musnakan.  Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah/ha.
  • Penyakit Busuk Buah Antraknosa,gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange,abu-abu atau hitam.Bagian tengah bercak terlihat gari-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam.Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering.Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua.Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan.Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.
F.FASE PANEN DAN PASCA PANEN
1.Pemanenan
  • Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
  • Panen ke dua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya.
  • Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA+HORMONIK dan dipupuk dengan perbandingan seperti diatas,dosis 500 cc/ph
2.Cara panen:
  • Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
  • Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
  • Penyotiran dilakukan sejak dilahan
  • Simpan ditempat yang teduh
3.Pengamatan Hama dan Penyakit
Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak.

Untuk mendapatkan Produk Nasa segera Hubungi Jayanti (tlp 081231898048 /Whatsapp) atau Klik DISINI.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teknik Budidaya Cabe dengan NASA"

Post a Comment

Flag Counter
DISTRIBUTOR NASA SRAGEN,AGEN RESMI PUPUK NASA DI SRAGEN,Distributor Nasa sragen,Nasa Sragen,Distributor Produk NASA Sragen,STOCKIST NASA SRAGEN