DISTRIBUTOR PRODUK NASA

DISTRIBUTOR PRODUK NASA
STOCKIS NASA ,DISTRIBUTOR NASA,AGEN NASA
DISTRIBUTOR RESMI PRODUK NASA PT NATURAL NUSANTARA, MENYEDIAKAN SEMUA JENIS PRODUK:AGROKOMPLEK, KESEHATAN, KECANTIKAN, PERAWATAN TUBUH, PETERNAKAN, PERIKANAN, INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI TELP/WA 0812-3189-8048

Tanya jawab penggunaan pupuk Nasa

TANYA JAWAB MENGENAI PENGGUNAAN PUPUK

1. Tanya  : Untuk apa saja penggunaan  POC NASA dan POP SUPERNASA ?
    Jawab : POC NASA dan POP SUPERNASA  dipergunakan untuk  pertanian (semua jenis tanaman pangan,    holtikultura (buah, sayur, tanaman hias), tanaman tahunan/pekerbunan), perikanan (kolam. Tambak) dan  peternakan (unggas dan ternak).

2. Tanya :  Apa bahan baku  POC NASA dan POP SUPERNASA dan proses pembuatannya ?
    Jawab : Bahan baku berupa kotoran ternak, kompos, limbah alam, hormon   tumbuhan serta “bumbu-bumbu” alami lainnya yang diproses secara alamiah  selama  4  bulan hingga jadi.

3. Tanya  :  Apa kandungan unsur dalam POC NASA dan POP SUPERNASA ?
    Jawab :  Kandungan unsur POC NASA dan POP SUPERNASA terdapat ± 90 unsur mengingat bahan bakunya yang mengandung ± 90 unsur tetapi yang dicantumkan hanya 13 jenis unsur makro dan mikro (merupakan unsur yang mutlak/wajib dibutuhkan oleh semua tanaman  yaitu unsur  N, P , K, Mg, Ca, S, Cl, Fe, Mn, Cu, Zn, B dan Mo),  dilengkapi juga asam humat dan fulvat (perbaikan tanah), Zat Pengatur tumbuh (ZPT) Indole Acetic Acid (IAA)/Auksin, Giberelin dan Sitokinin  serta asam-asam amino (protein) dan lemak  nabati.

4. Tanya  :  Apa guna 13 jenis unsur hara ?
    Jawab : 13 jenis unsur hara  merupakan “4 sehat 5 sempurnanya”  tanaman. Untuk tumbuh dan berproduksi dengan sempurna, tanaman mutlak (wajib) mendapatkan 13 jenis unsur hara.  Kekurangan satu jenis saja sudah akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan produksi.

5. Tanya   : Apa perbedaan POC NASA dan POP SUPERNASA ?
    Jawab   : Kandungan  unsur  makro  dan  mikro,  humat dan vulvat
     POP SUPERNASA lebih tinggi dari POC NASA sehingga  POP  SUPERNASA untuk disiramkan (tidak disemprot ke
     tanaman). POP SUPERNASA dapat mengurangi penggunaan pupuk makro lebih banyak (25% - 50% ) daripada POC NASA (12,5% - 25%). Pelepasan unsur hara POP SUPERNASA bersifat slow release (bertahap) dibanding POC NASA. POP SUPERNASA mempunyai kemampuan lebih tinggi dalam memperbaiki tanah rusak dibandingkan POC NASA.

6.  Tanya :   Mengapa POP SUPERNASA tidak dianjurkan untuk
                     disemprotkan?
     Jawab :   Karena meskipun organik murni, tetapi konsentrasi unsur hara makro (N,P,K) dalam POP SUPERNASA cukup tinggi sehingga jika disemprotkan dengan konsentrasi yang terlalu pekat dapat merusak daun.

7.  Tanya :   Apa peran  Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)/ hormon  pada
          tanaman ?
     Jawab :   Fungsi penting ZPT adalah untuk proses pembentukan perakaran,  mempercepat pertumbuhan  tanaman, merangsang tanaman berbunga dan berbuah serta mencegah/mengurangi tingkat kerontokan bunga dan buah.

8. Tanya  :  Kapan HORMONIK harus diberikan ?
    Jawab : pada prinsipnya sesuai fungsi HORMONIK pemberian semenjak  masa vegetatif  (pertumbuhan) hingga masa generatif (berproduksi) akan lebih baik, namun setidak-tidaknya menjelang masa generatif.

9.  Tanya  :  Apa peran humat dan fulvat ?
     Jawab  :  Peran humat dan fulvat adalah untuk melarutkan sisa-sisa  pupuk kimia dalam tanah sehingga tanah akan menjadi gembur kembali (memperbaiki tanah), sebagai pelarut TSP/SP-36, membantu menstabilkan pH, mengatur pergerakan dan penyaluran unsur hara dalam tanah, juga akan menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangbiakkan mikro organisme berguna bagi tanaman pada tanah.

10. Tanya  :  Apa peran asam-amino (protein)  dan lemak nabati ?
       Jawab :  Peran asam amino dan lemak nabati adalah untuk memacu tingkat produksi unggas, ternak dan Ikan  sekaligus mengurangi tingkat kematian. Selain asam-amino dan lemak nabati  NASA  juga mengandung mineral-mineral alam selain 13 unsur hara seperti Na, Cl, Si, Mo, Cr, V dan As yang dibutuhkan juga oleh unggas/ternak dan ikan.

11. Tanya : Mengapa tanaman membutuhkan  POC NASA dan POP SUPERNASA ?
      Jawab : Tanah-tanah di Indonesia menunjukkan gejala semakin keras akibat penumpukan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah yang tidak hancur dan terikat selama puluhan tahun. Tanah yang keras akan menyebabkan pemberian pupuk  tidak dapat optimal diserap oleh tanaman selain perkembangan akar tanaman akan terganggu.  NASA  akan melarutkan sisa pupuk  kimia tersebut sehingga tanah kembali menjadi gembur kembali selain sisa pupuk kimia tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman. Selain itu tanah-tanah kita kekurangan 10 usur hara essensiil (mutlak/wajib dibutuhkan tanaman)  karena selama ini hanya   3 jenis unsur hara essensiil saja yaitu Urea (N), TSP/SP-36 (P) dan KCl (K) yang sering diberikan, sedangkan tanaman untuk tumbuh akan menyerap paling tidak 13 unsur hara essensiil dan setelah panen tentu  13 jenis  unsur hara akan hilang dari lokasi penanaman bersama dengan hasil panen yang diangkut ke luar areal penanaman. Kondisi ini di Indonesia sudah berlangsung puluhan tahun sehingga mudah dimengerti jika                     tanah-tanah kita kekurangan terutama 10 jenis unsur hara essensiil. Penggunaan  NASA  bersama dengan  N, P dan K secara berimbang akan mengatasi masalah tersebut.

12.  Tanya  :  Apakah POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK harus dipergunakan bersama-sama ?
       Jawab  :  POP  SUPERNASA , POC NASA  dan  HORMONIK   tidak harus dipergunakan sama-sama tetapi jika dipergunakan bersama-sama akan lebih optimal.

13.  Tanya :    Bagaimana penggunaan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK pada tanaman semusim ?
       Jawab :  - Jika dipergunakan bersama-sama maka POP SUPERNASA disiramkan sebelum tanam untuk pupuk dasar, POC NASA dan HORMONIK disemprotkan ke tanaman untuk pemeliharaan.
                     - Jika hanya menggunakan POC NASA dan HORMONIK maka setengah dosis POC NASA disiramkan ke tanah sebelum tanam untuk pupuk dasar dan setengah dosis sisanya beserta HORMONIK disemprotkan ketanaman untuk pemeliharaan.
                     - Jika hanya menggunakan POP SUPERNASA maka 3/4 dosis disiramkan ke tanah sebelum tanam untuk pupuk dasar dan 1/4 dosis disiramkan ke tanah untuk pemeliharaan.

14. Tanya :  Apa penggunaan  POC NASA dan atau POP SUPERNASA masih dibutuhkan  Urea, SP-36, KCl lagi ?                    
      Jawab : POC NASA dan POP SUPERNASA terutama ditujukan untuk memberikan 10 unsur hara  essensiil (selain N, P dan K) walaupun unsur  N, P dan K juga ada dalam  POC NASA dan POP SUPERNASA.  POC NASA dan POP SUPERNASA tidak untuk menggantikan  Urea, SP-36 dan KCl (relatif tersedia di pasaran) . Penggunaan  POC NASA dan POP SUPERNASA untuk melengkapi  penggunaan  Urea, SP-36 dan KCl agar tanaman mendapatkan nutrisi yang lengkap (13 jenis). Penggunaan  POC NASA   hanya mengurangi 12,5% - 25% dan POP SUPERNASA 25% - 50% dosis rekomendasi  pupuk   Urea, SP-36 dan KCl  setempat.

15. Tanya : Bagaimana POC NASA dan POP SUPERNASA dapat menghemat penggunaan pupuk makro kimia?
      Jawab : Melalui dua cara:
                    - Secara langsung : melalui kandungan dalam POC NASA dan POP SUPERNASA.
                    - Secara tidak langsung : Melalui kemampuan POC NASA dan POP SUPERNASA dalam melarutkan deposit/residu pupuk kimia (unsur makro) dalam tanah sehingga dapat dipergunakan kembali oleh tanaman. Kemampuan  POP SUPER NASA dalam hal ini lebih tinggi dibandingkan POC NASA.

16. Tanya : Bagaimana penggunaan  POC NASA  untuk tanaman ?
      Jawab : Dosis untuk semua jenis tanaman antara  1- 3 liter (2 – 6 botol)/ 1000 m2/  3 – 4 bulan. Untuk anjuran dapat dicoba dosis terkecil dulu (2 botol). Pemberian ideal lewat dua cara sekaligus yaitu dengan cara ½ dosis total disiramkan  1-2 hari sebelum tanam dan ½ dosis total sisanya disemprotkan 3 - 6 kali dengan interval waktu 10 – 15 hari sekali hingga ½  dosis sisa tersebut habis. Disiramkan mempunyai tujuan selain diserap lewat akar juga untuk menghancurkan sisa pupuk  kimia dalam tanah sehingga tanah menjadi gembur kembali, dan disemprotkan mempunyai tujuan agar pupuk  cepat masuk ke tanaman lewat lobang stomata pada daun sehingga  cepat dipergunakan tanaman. Tetapi jika aplikasi lewat dua cara tidak memungkinkan karena beberapa sebab, pemberian dapat dilakukan lewat siraman ke tanah semua atau lewat semprotan ke daun semua. Pemberian baik lewat siraman atau semprotan semua akan lebih baik jika tidak sekaligus semua dosis diberikan tetapi diberikan bertahap antara 4 – 8 kali siraman/semprotan                     selama pertumbuhan tanaman mulai umur 7 hari setelah tanam dengan interval waktu pemberian 10 – 15 hari sekali.

17. Tanya : Bagaimana cara aplikasi POP SUPERNASA ?
      Jawab : Ada dua alternatif cara:
                    v Alternatif 1 : 1 botol POP SUPERNASA  diencerkan dalam 3 liter (3000 cc) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt (50.000 cc) air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk disiramkan/dikocorkan.
                    v Alternatif 2 : setiap 1 gembor/ember vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan POP SUPERNASA, diaduk untuk menyiram 5-10 meter bedengan.

18. Tanya  :  Kapan awal dan akhir   POC NASA  dapat diberikan ke tanaman semusim ?
      Jawab  :  Pemberian awal 1-2 hari sebelum tanam/saat tanam (jika disiram) atau jika tanaman sudah berdaun (jika disemprot) dan pemberian akhir pada saat tanaman  hendak mulai berbunga / buah masih kecil. Untuk tanaman yang dipetik berkali-kali seperti cabai, setelah petikan ke 2 –4  dapat disemprotkan lagi untuk merangsang timbulnya bunga cabai lagi.

19. Tanya  : Apakah POC NASA, POP SUPERNASA dan HORMONIK dapat diberikan tidak dari awal tanam?
      Jawab  : Dapat (hanya kurang optimal), untuk tanaman tahunan POP SUPERNASA segera dikocorkan/disiramkan, sedangkan POC NASA + HORMONIK disemprotkan jika kondisinya masih memungkinkan (masih dalam jangkauan alat semprot). Sedangkan untuk tanaman semusim terutama sebelum tanaman memasuki fase generatif, POP SUPERNASA bisa segera disiramkan, sedangkan POC NASA + HORMONIK disemprotkan. Untuk tanaman yang lebih dari satu kali panen (cabe, kacang panjang, dll), terutama POC NASA dan HORMONIK sebaiknya juga disemprotkan setiap kali selesai petik.

20. Tanya :  Pada jam berapa atau kondisi seperti apa sebaiknya penyemprotan POC NASA + HORMONIK dilakukan?
       Jawab:  Jika kondisi cuaca cerah, sebaiknya penyemprotan dilakukan sekitar jam 07.00 s.d. 10.00, karena pada waktu tersebut stomata (mulut daun) membuka sempurna, sehingga tanaman dapat menyerap pupuk dengan maksimal. Disamping itu juga untuk mencegah atau mengurangi terjadinya penguapan. Jika kondisi cuaca  hujan sebaiknya  penyemprotan agar optimal dapat dilakukan  yaitu POC NASA + HORMONIK dicampur dengan AERO810 (perekat, perata, pembasah).

21. Tanya :  Pada bagian permukaan atas atau bawah daun sebaiknya POC NASA + HORMONIK disemprotkan?
      Jawab :  Sebaiknya penyemprotan dikenakan merata pada kedua bagian permukaan atas maupun bawah daun. Karena stomata (mulut daun) lebih banyak terdapat pada permukaan daun bagian bawah dibandingkan bagian atas, maka penyemprotan diutamakan dikenakan pada permukaan daun bagian bawah.

22. Tanya :  Bagaimana aplikasi POC NASA + HORMONIK pada tanaman tahunan yang sudah tinggi sehingga tidak memungkinkan dilakukan penyemprotan?
      Jawab :  Sebaiknya disiramkan di bagian perakaran. Caranya buatlah lubang melingkar dengan kedalaman 10-15 cm yang bertujuan agar air/pupuk tidak hilang karena mengalir dan juga untuk mencegah atau mengurangi penguapan. Jarak lubang disesuaikan tajuk daun terluar atau letak pucuk daun paling luar yang tumbuh menyamping. Aplikasi dapat bersamaan dengan pemberian pupuk makro.

23. Tanya : Mengapa pemberian POC NASA, HORMONIK dan POP SUPERNASA dengan dosis yang sama pada berbagai daerah peningkatan hasil panennya berbeda?
      Jawab :  Bercocok tanam sangat dipengaruhi oleh faktor benih/bibit, faktor iklim, faktor tanah, faktor gangguan hama, penyakit dan gulma, unsur hara (pupuk) dan juga faktor sumberdaya manusia petani. Tingkat pengaruh dari semua faktor tersebut terhadap tanaman di berbagai tempat biasanya beragam, terutama kesuburan tanah (cadangan nutrisi dalam tanah) juga beragam. Hal ini memungkinkan pengaruh pemupukan dengan dosis yang sama pada beberapa tempat/wilayah terhadap peningkatan hasil panen yang dicapai pun berbeda.

24. Tanya :  Apakah dosis yang tercantum dalam petunjuk penggunaan POC NASA, HORMONIK dan POP SUPERNASA berlaku mutlak, bagaimana jika dalam aplikasi dosis ditambah atau dikurangi?
      Jawab :  Meskipun dosis yang tercantum pada label ataupun buku petunjuk tersebut sudah melalui prosedur penelitian sehingga bisa dipertanggungjawabkan, tetapi dosis tersebut tidaklah berlaku mutlak. Dosis tersebut dimaksudkan hanya sebagai panduan aplikasi. Mengingat kondisi lahan pertanian sangat beragam, maka sebaiknya petani juga melakukan percobaan sendiri untuk mendapatkan dosis yang paling sesuai di lahan pertaniannya, artinya bisa mengurangi atau menambah dosis yang sudah ada dalam petunjuk aplikasi, tetapi tetap mempertimbangkan nilai ekonomisnya.

25. Tanya : Apakah penambahan dosis yang tinggi dari POC NASA, HORMONIK dan POP SUPERNASA, dapat membahayakan tanaman dan lingkungannya?
      Jawab : Tidak, karena bahan baku maupun dalam proses pembuatan ketiga produk tersebut adalah secara alami, dan tidak menggunakan atau melibatkan bahan-bahan kimia. Namun demikian, penambahan dosis sebaiknya tetap harus memperhatikan efektifitas dan nilai ekonomisnya.

26. Tanya : Apakah POC NASA bisa dipergunakan bersama-sama  dengan Pestisida Kimia ?
      Jawab : POC NASA  dapat dipergunakan bersama-sama dengan pestisida kimia.

27. Tanya : Apakah penyemprotan POC NASA + HORMONIK dapat dicampur dengan produk NASA lainnya?
      Jawab :  Pada prinsipnya bisa, tetapi perlu dipertimbangkan efektivitas dan efisiensinya. Misalnya penyemprotan POC NASA + HORMONIK dianjurkan pada sekitar jam 07.00 s.d. 10.00 pada saat stomata daun membuka sempurna, sedangkan aplikasi pengendali hayati (BVR, VITURA, VIREXI, PESTONA) dianjurkan pada sore hari guna menghindari panas sinar matahari. Jika dicampur dan aplikasinya pada satu waktu maka efektivitas dari beberapa produk akan berkurang. Hal ini berpengaruh juga pada efisiensi.

28. Tanya : Apakah  POC NASA, POP SUPERNASA dan HORMONIK  berbahaya/beracun bagi manusia/ hewan ?
      Jawab : POC NASA POP SUPERNASA dan HORMONIK  adalah produk alami non-kimia yang aman bagi manusia dan hewan.

29. Tanya : Bagaimana mekanisme POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK mampu mencegah serangan penyakit ataupun hama tanaman?
      Jawab : Sebelumnya perlu ditekankan bahwa POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK dapat digolongkan sebagai  pupuk, “BUKAN OBAT PENGENDALI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN”. Dengan pemberian POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK serta pupuk makro (Urea, TSP, KCl, dll), maka tanaman mendapat nutrisi yang cukup, lengkap dan seimbang. Hal ini menjadikan tanaman lebih sehat, dan tahan terhadap serangan penyakit (tidak mudah terserang penyakit. Terlebih lagi dalam POP SUPERNASA dan POC NASA  akas merangsang perbanyakan pembentukan senyawa polifenol yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Disamping itu, aroma khas yang ada dalam POP SUPERNASA dan POC NASA tidak disukai hama tanaman, sehingga hama enggan mendekat apalagi menyerang tanaman. Hama di sini terutama adalah hama yang kecil-kecil (seperti serangga, kutu atau ulat) bukan sebangsa tikus atau burung.

30.  Tanya : Apakah  POC NASA dan POP SUPERNASA akan memberantas habis serangan hama atau  penyakit ?
       Jawab : POC NASA dan POP SUPERNASA bukan golongan pestisida jadi hanya ditujukan untuk mengurangi tingkat serangan hama dan penyakit (fungsi utama adalah pupuk) sehingga penggunaan pestisida dapat dihemat.

31.  Tanya : Apakah  aroma khas  POC NASA dan POP SUPERNASA tidak mengurangi/ menyebabkan bau   hasil   panenan ?                        
       Jawab : Bau tanaman yang terpengaruh oleh POC NASA dan POP SUPERNASA hanya untuk hama saja (sangat kecil untuk  ukuran manusia) sehingga tidak akan mengurangi kualitas panenan .

32. Tanya :  Apakah aroma dapat menjadi ukuran kualitas POC NASA dan POP SUPERNASA?
      Jawab : Pupuk adalah nutrisi atau unsur hara yang diberikan kepada tanaman. Sehingga parameter utama untuk kualitas sebuah pupuk adalah kandungan nutrisi yang lengkap  dalam jumlah cukup dan berimbang. Parameter lainnya adalah kemampuan pupuk tersebut dalam memperbaiki tanah dan memelihara kelestarian lingkungan. POC NASA dan POP SUPERNASA memenuhi syarat kualitas tersebut, terutama  dalam hal unsur hara makro sekunder dan unsur hara mikro. Dan masih dilengkapi dengan asam humat dan vulfat, serta hormon atau zat pengatur tumbuh (ZPT). Sedangkan aroma yang khas adalah bawaan dari bahan baku pupuk sehingga seperti halnya pupuk kandang lama kelamaan aroma juga akan berubah sehingga tidak bisa jadi ukuran kualitas pupuk.

33.  Tanya : Apakah  tanaman yang bertambah besar dan tinggi karena menggunakan POC NASA dan POP SUPERNASA akan mudah roboh ?
       Jawab : Karena peran hormon serta unsur-unsur dalam POC NASA dan POP SUPERNASA seperti unsur K dan Ca yang berfungsi mengeraskan jerami dan jaringan tanaman maka tanaman akan kuat dan tidak mudah  roboh.

34. Tanya : Sebagai pupuk organik apakah setelah  POC NASA dan POP SUPERNASA diberikan pada  tanaman dapat  langsung dipergunakan tanaman ?
      Jawab : Kandungan unsur dalam POC NASA dan POP SUPERNASA sudah dalam bentuk ion (ibaratnya sudah dalam bentuk kacang yang sudah tidak ada kulitnya)  sehingga lansung bisa  dengan cepat dipergunakan  tanaman, sedangkan dalam pupuk kandang  kandungan unsurnya belum dalam bentuk ion (ibaratnya masih dalam bentuk kacang yang masih ada kulitnya) sehingga belum dapat digunakan langsung oleh tanaman. Hanya kandungan unsur POP SUPERNASA bersifat slow release sehingga pemberiannya  ke tanaman bertahap (tidak secepat POC NASA).

35. Tanya : Apakah  POC NASA dan POP SUPERNASA dapat meggantikan fungsi  pupuk  kandang/kompos ?
      Jawab : POC NASA dan POP SUPERNASA dapat menggantikan pupuk  kandang/kompos terutama kandungan unsur hara mikro. 1 liter (2 botol)  POC NASA mempunyai fungsi unsur mikro setara dengan  1 (Satu) Ton (1000 kg) pupuk kandang . Tetapi jika pupuk kandang tersedia tetap dianjurkan untuk dipergunakan.

36. Tanya : Mengapa  kandungan unsur hara mikro dalam 1 ton pupuk  kandang setara dengan 1 liter POC NASA ?
      Jawab : Hal tersebut dapat diibaratkan satu ton tebu yang akan diambil  gulanya (sari pati/ekstrak tebu) masuk pabrik gula , maka setelah jadi gula mungkin hanya beberapa kg gula saja tidak sampai 1 ton (yang lain ampas tebu). Dengan demikian “sari pati” (unsur hara) dalam  1 ton  pupuk kandang juga tidak sampai 1 ton tetapi hanya beberapa gr saja.  POC NASA di sini sudah dalam wujud sari pati/ekstrak dari pupuk  kandang/kompos.

37. Tanya :  Bagaimana perhitungan ilmiah/rinci 1 lt POC NASA mempunyai kandungan unsur Mikro setara 1 ton pupuk kandang ?
      Jawab :  100% berat pupuk  organik padat (misal 1 ton/ 1.000.000 gr) terdiri dari 85% air (terbuang) dan 15% bahan padat. 15% bahan padat jika dipanaskan pada suhu ± 600o C terdiri dari 90% unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O) dalam wujud gas (terbuang) dan 10% unsur   makro dan mikro. Dari 10% tersebut unsur makro terdiri dari 1 bagian dan unsur mikro 250 bagian.
      Jadi  dalam 1 ton (1.000.000 gr) pupuk  kandang mengandung unsur mikro :
      Unsur mikro :

                1               10              15
          _____  x    _____   x    ______   x   1.000.000. gr =  59,7609 gr  = 0,0598 kg
              251           100             100  
   Dalam NASA berdasar perhitungan dan hasil uji labsetelah
   diubah ke dalam berat (karena bentuk aslinya cair) terdapat 60 gr unsur mikro. Jadi kandungan mikro 1 ton  pupuk  kandang setara dengan  + 1 lt  NASA.

38. Tanya : Bagaimanakah pengaruh POC NASA dan POP SUPERNASA terhadap perkembangan dari mikroorganisme/organisme berguna pada  tanah ?
      Jawab : Sebagai salah satu fungsi humat dan fulvat maka POC NASA dan POP SUPERNASA akan meningkatkan  pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme berguna pada tanah seperti Aspergilus niger, Penicilium glaucum, Bacillus mycoides dan Scenedesmus spp, selain juga organisme lain seperti  cacing tanah.

39. Tanya :  Bagaimana pengaruh POC NASA dan POP SUPERNASA terhadap daya simpan hasil panenan ?
      Jawab : Dengan kelengkapan kandungan unsur dalam POC NASA dan POP SUPERNASA maka hasil panenan akan dapat disimpan lebih lama (proses kerusakan hasil panenan dapat diperlambat).

40. Tanya  : Bagaimana tingkat ekonomis penggunaan  POC NASA ?
      Jawab : Dosis  POC NASA adalah 5 – 15 lt/ha. Misal digunakan  dosis 7 lt / ha dulu (hal ini disesuaikan juga dengan kesuburan tanah setempat). Berikut  contoh perhitungan ekonomis untuk tanaman padi :
I. Jika  N, P, K dikurangi.
A. Penghematan  Urea (N), TSP (P) dan KCl (K). NASA dapat mengurangi  N, P, k 12,5% - 25%. kebutuhan  N, P, K untuk padi /ha (atau sesuai rekomendasi PPL setempat) : Urea (N) : (300 kg/ha  x 25%)  x Rp. 1.200,-/kg  =  Rp.  90.500,-  TSP (P)   : (150 kg/ha  x 25%)  x Rp. 1.700,-/kg  = Rp.  63.750, kCl (K)   : (150 g/ha   x 25%)  x Rp. 1.800,-/kg   = Rp.  67.500,- Total  penghematan   N, P dan K                     = Rp. 221.750,-
B. Pertambahan hasil .Peningkatan hasil  ± 20% - 60% Jika diambil peningkatan 30% dengan rata-rata produksi padi 5  ton  maka pertambahan hasil sebesar : 5 ton x 30% = 1,5 ton (1500 kg) Dengan harga jual gabah  + Rp.1.000,-/ kg – Rp. 1.500,-/kg Diambil harga jual gabah Rp. 1.000,-/kg Maka peningkatan pendapatan   = 1500 kg x  Rp. 1.000,-/kg                                              = Rp 1.500.000,- Total pertambahan hasil  : A + B = Rp. 221.750 + Rp. 1.500.000 = Rp.1.721.750
C. Pengeluaran pembelian  NASA  = 14 botol X Rp. 17.500,- (terendah) = Rp. 245.000,-
                                    = 14 botol X Rp. 27.000,- (tertinggi)
                                                                                                         = Rp. 378.000,-

D. Jadi tambahan keuntungan bersih    = (A+B) – C
                                                              = Rp. 1.721.750,- Rp. 245.000
                                                              = Rp. 1.476.750,- / ha
                                                   hingga  = Rp. 1.721.750,- Rp. 378.000
                                                              = Rp. 1.343.750,- / ha
                                                         
II. Jika dosis  N, P dan K tidak dikurangi.
 A.  Pertambahan hasil .
       Peningkatan hasil  ±  40%  = 5 ton x 40% = 2 ton (2.000 kg)
                                                   = 2.000 x Rp. 1.300,- (harga gabah)
                                                   = Rp. 2.600.000,-

 B.  Pengeluaran untuk pembelian  NASA  = 14 botol X Rp. 17.500,-
                                                               = Rp. 245.000,-
 C. Jadi tambahan keuntungan bersih  = A - B
     = Rp. 2.600.000,- Rp. 245.000,-
                                                    = Rp. 2.355.000,-/ha

Tambahan keuntungan bersih di atas belum termasuk tambahan keuntungan dari pengurangan biaya untuk pembelian pestisida, hormon, bahan penggembur tanah karena  NASA mampu mengurangi serangan hama dan penyakit, mensuplai hormon dan menggemburkan tanah.  Keuntungan bersih akan lebih meningkat untuk komoditi yang harganya lebih mahal dari padi seperti komoditi hortikultura.

41. Tanya : Apa peran  POC NASA bagi  tingkat produktivitas kolam/tambak ?
      Jawab : Peran  POC NASA bagi perikanan adalah :
 1.Memacu pertumbuhan pakan alami udang/bandeng/ikan yaitu plankton.
 2.Jika dicampur dengan pakan ikan (untuk udang tidak dianjurkan), akan memberikan suplay mineral dan vitamin yang dibutuhkan.
 3.Akan melarutkan senyawa-senyawa kimia berbahaya yang meracuni tambak/kolam .
    Dari peran POC NASA tersebut maka selain kuantitas/bobot panen ikan/udang/bandeng meningkat, tingkat kematian juga dapat diturunkan.
42. Tanya :  Bagaimana penggunaan pada tambak/kolam ?
      Jawab :
             1. Pada tambak, setelah tambak dibajak dan diberi kapur, berikan  10 lt (20 botol) setelah diencerkan (20-100 cc/10 lt air) secara merata dan tambak digenangi air setinggi ± 10 cm. Biarkan selama 3-7 hari, setelah itu baru ketinggian air ditambah dan benih udang/bandeng ditebarkan. Pemberian  lewat pakan udang tidak dianjurkan/ tidak perlu disini.
 2. Pada kolam, selain pemberian lewat tanah, pemberian dilakukan lewat pakan (pelet) ikan  yaitu  2-10 cc
                    diencerkan dalam 0,5 - 1 lt air untuk merendam 1 kg pakan/pelet (patokaannya adalah pelet jangan sampai terlalu basah sekali, tetapi air dapat terserap pelet semua), lalu diberikan ke kolam ikan (jika ditiriskan dan dikeringkan dulu akan lebih bagus).  Untuk Kolam dengan dasar semen dapat diberikan hanya lewat pakan saja.  

43. Tanya : Apa peran  POC NASA bagi peningkatan produktivitas unggas/ternak ?
       Jawab : Peran  POC NASA bagi unggas/ternak adalah :
     1.Meningkatkan aktivitas enzim dalam menghancurkan /menghaluskan pakan yang diberikan dalam saluran pencernaan unggas/ternak, sehingga jumlah pakan yang diserap usus jadi lebih cepat dan banyak.
     2.Memberikan suplay mineral/vitamin, protein dan lemak pada unggas dan ternak.
        Dari peran  NASA tersebut maka  selain tingkat kematian dapat diturunkan pada unggas dapat dicapai masa potong (umur) lebih singkat (jika bobot ingin sama dengan bobot sebelum mengggunakan NASA)  sehingga bisa menghemat pakan, atau bobot unggas meningkat (jika ingin dipanen pada  umur yang sama dengan umur sebelum menggunakan NASA), sedangkan pada ternak dapat dicapai pertambahan bobot/hari (Average Day  Growth/ADG) lebih meningkat.

44. Tanya :  Bagaimana aplikasi pada unggas/ternak ?
      Jawab : Pemberian pada unggas adalah lewat air minum, yaitu 2-5 cc/ lt air diberikan  setiap hari hingga panen. Jika diberikan lewat pakan harus ditiriskan dan dikeringkan dulu dengan dosis 2-5 cc/lt/kg pakan. Pemberian pada ternak pada saat combor dengan dosis 5-10 cc/lt air antara 1-5 hari sekali.

45. Tanya : Untuk ikan, unggas atau ternak yang telah diberikan    NASA                    
                   apakah  tidak berbahaya bagi  manusia yang mengkonsumsinya?                    
      Jawab : NASA adalah tidak beda dengan vitamin-vitamin /mineral-mineral  yang dibutuhkan oleh ikan, unggas dan ternak, sehingga tidak berbahaya bagi manusia yang mengkomsumsinya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tanya jawab penggunaan pupuk Nasa"

Post a Comment

Flag Counter
DISTRIBUTOR NASA SRAGEN,AGEN RESMI PUPUK NASA DI SRAGEN,Distributor Nasa sragen,Nasa Sragen,Distributor Produk NASA Sragen,STOCKIST NASA SRAGEN